1.120 Pendaftar, 40 Pendongeng Terbaik Ramaikan Festival Suara Nusantara 2026 di Bogor

CIBINONG, NUSANTARA NEWS CHANNEL — Upaya melestarikan cerita rakyat dan tradisi lisan terus mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Salah satunya melalui Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 yang digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, 22–23 Agustus 2026.

Festival tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali cerita rakyat, bahasa daerah, serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Kegiatan yang diselenggarakan PT Navaswara Bhuwana Kencana ini merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya berlangsung di Provinsi DKI Jakarta dan Banten. Tahun ini, festival hadir di Jawa Barat dengan mengusung tema “Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan.”

Penyelenggaraan festival merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Dongeng Jadi Media Pelestarian Bahasa Daerah

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Hafidz Muksin, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara.

Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan budaya baca dan literasi sekaligus menjaga keberadaan bahasa daerah.

“Salah satu kegiatan yang baik adalah mengangkat bahasa Sunda. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah,” ujar Hafidz.

BACA JUGA  1.500 Biker Ramaikan Jamnas Kawasaki Ninja Indonesia di Gunung Mas, Semangat “Reborn” Tandai Dua Dekade Persaudaraan

Ia berharap kegiatan yang diinisiasi Cahaya tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak generasi muda yang mengenal dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Storytelling Dinilai Membangun Karakter

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menilai kegiatan mendongeng atau storytelling bukan sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi media efektif untuk membangun karakter generasi muda.

Menurut Herman, kegiatan tersebut dapat menanamkan empat kompetensi penting, yakni berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

“Critical thinking harus dibiasakan sejak SD, SMP, sampai SMA. Anak-anak harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis atas apa yang terjadi di sekeliling kita,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan berkolaborasi dan berkomunikasi. Menurutnya, berbagai persoalan akan lebih mudah diselesaikan melalui kerja sama dan komunikasi yang baik.

“Kalau persoalan dikerjakan bersama-sama, tidak ada yang sulit. Kita perlu kemampuan untuk berkolaborasi dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Herman.

Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan terhadap Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara.

Pemkab Bogor Dorong Generasi Muda Cintai Budaya

Mewakili Bupati Bogor, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Trian Turangga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival tersebut.

BACA JUGA  JELANG HUT KE-81 RI, 60 CALON PASKIBRAKA KABUPATEN BOGOR MATANGKAN KESIAPAN BERTUGAS

Menurut Trian, Festival Mendongeng Suara Nusantara menjadi ruang edukasi sekaligus ekspresi bagi anak-anak dan masyarakat untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia melalui cerita rakyat.

“Festival ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan anak-anak dan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu ruang yang penuh cerita. Setiap peserta membawa kisah, bahasa, dan kekayaan budaya dari daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membuka ruang interaksi antargenerasi dan antardaerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Indonesia.

Trian menilai pelestarian cerita rakyat perlu dilakukan dengan pendekatan kreatif agar semakin dekat dengan generasi muda. Festival mendongeng, kata dia, dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus ruang bagi anak-anak untuk memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat.

“Mari kita dukung anak-anak dan generasi penerus untuk terus mengenal, mencintai, dan menyampaikan cerita rakyat dengan cara yang kreatif. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan memberi pengalaman berharga bagi seluruh peserta,” katanya.

1.120 Pendaftar, 40 Pendongeng Terbaik Terpilih

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar. Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, mengungkapkan sebanyak 1.120 peserta mendaftarkan diri dalam Festival Suara Nusantara Jawa Barat.

BACA JUGA  Bupati Bogor Jadikan Seleksi Terbuka sebagai Wadah Melahirkan Pemimpin Birokrasi Terbaik

Dari jumlah tersebut, terpilih 40 pendongeng terbaik yang tampil dalam satu panggung. Mereka berasal dari 16 kabupaten dan kota di Jawa Barat dengan membawa cerita serta bahasa daerah masing-masing.

“Kalau boleh jujur, saya sangat kaget ketika mendapatkan total peserta yang ikut di Suara Nusantara Jawa Barat, yaitu 1.120 pendaftar. Hari ini tersisa 40 pendongeng terbaik, datang dari 16 kabupaten dan kota, membawa cerita dan bahasa daerahnya masing-masing ke satu panggung yang sama,” ujar Cahaya.

Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa cerita rakyat dan tradisi lisan masih memiliki ruang yang kuat di tengah generasi muda.

Melalui Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026, Pemkab Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan para pemangku kepentingan berharap warisan budaya, bahasa daerah, serta cerita rakyat Indonesia dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pelestarian budaya pun tidak hanya dilakukan dengan menjaga cerita lama, tetapi juga menghadirkannya melalui cara yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Reporter: Admin

NUSANTARA NEWS CHANNEL
Aktual dan Terpercaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *