Belasan Excavator Diduga Masih Beroperasi di Sungai Bubu, SATMA AMPI Madina Desak Kapolda dan Pangdam Turun Tangan

PANYABUNGAN – NUSANTARA NEWS CHANNEL | Dugaan masih beroperasinya belasan alat berat jenis excavator di kawasan Sungai Bubu, Desa Ranto Panjang, kawasan Sulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali menjadi sorotan.

SATMA AMPI Madina mendesak aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan langsung untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, termasuk menelusuri legalitas aktivitas pertambangan dan pihak-pihak yang berada di balik penggunaan alat berat tersebut.

Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh, meminta Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam I/Bukit Barisan memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

Minta Aparat Pastikan Kondisi di Lapangan

Muhammad Saleh menegaskan, informasi mengenai keberadaan belasan excavator tidak boleh hanya menjadi isu di tengah masyarakat. Menurutnya, aparat perlu turun langsung untuk memastikan apakah alat berat tersebut benar masih beroperasi dan kegiatan apa yang dilakukan.

“Kalau benar masih ada belasan excavator yang beroperasi di Sungai Bubu, tentu ini harus segera diperiksa.”

Ia juga meminta aparat mendata alat berat yang berada di kawasan tersebut, mulai dari pemilik, operator, hingga pihak yang mengelola kegiatan.

BACA JUGA  Rudy Susmanto Dorong Tour de Malasari Jadi Event Tahunan, Pariwisata dan Ekonomi Warga Jadi Fokus

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah aktivitas yang dilakukan memiliki perizinan sesuai ketentuan atau justru terdapat pelanggaran hukum.

SATMA AMPI: Jangan Berhenti pada Penertiban

SATMA AMPI Madina menilai penanganan dugaan pertambangan tanpa izin perlu dilakukan secara menyeluruh.

Menurut Muhammad Saleh, apabila benar terdapat aktivitas PETI, penegakan hukum tidak cukup hanya menyasar pekerja lapangan. Aparat juga perlu menelusuri pihak yang mengendalikan kegiatan maupun pihak lain yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.

“Jangan sampai penertiban hanya terlihat di permukaan. Setelah aparat meninggalkan lokasi, aktivitas kembali berjalan. Kalau memang terbukti melanggar, harus ada tindakan hukum yang jelas dan tuntas,” ujarnya.

Minta Legalitas dan Dampak Lingkungan Diperiksa

Selain aspek hukum, SATMA AMPI Madina meminta aparat memperhatikan dampak aktivitas alat berat terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Pemeriksaan di lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran faktual mengenai kondisi Sungai Bubu, termasuk jenis kegiatan yang berlangsung, legalitasnya, serta dampak yang ditimbulkan.

Muhammad Saleh menegaskan pihaknya tidak ingin membuat tuduhan tanpa dasar. Karena itu, pemeriksaan dan klarifikasi dari aparat dinilai penting untuk membedakan antara informasi yang berkembang dengan fakta di lapangan.

BACA JUGA  Rudy Susmanto Serahkan Hibah Lahan kepada Paspampres Untuk Pembangunan Rumah Susun

“Kalau ternyata legal, sampaikan kepada publik bahwa kegiatan tersebut memiliki izin. Kalau ditemukan pelanggaran, jangan ragu untuk menindak sesuai hukum,” katanya.

Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Diminta Beri Kepastian

Desakan kepada Kapolda Sumut dan Pangdam I/Bukit Barisan tersebut diarahkan agar aparat memberikan kepastian berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata berdasarkan informasi yang beredar.

SATMA AMPI Madina menyatakan siap mendukung langkah aparat dalam mengusut dugaan aktivitas pertambangan ilegal di kawasan Sungai Bubu.

Hingga saat ini, dugaan tersebut masih membutuhkan verifikasi dan pemeriksaan resmi dari aparat berwenang. Karena itu, pihak-pihak yang disebut dalam berbagai informasi terkait aktivitas tersebut tetap harus ditempatkan berdasarkan asas praduga tak bersalah sampai terdapat hasil penyelidikan dan proses hukum yang berkekuatan sesuai ketentuan.

REPORTER: admin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *