Bogor Barat Disiapkan Jalur Kereta, Trase Parung Panjang–Jasinga Lebih Direkomendasikan

BOGOR — NUSANTARA NEWS CHANNEL | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong pengembangan transportasi massal untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan jalur kereta api di kawasan Bogor Barat.

Dua alternatif trase kini menjadi bahan kajian, yakni Tenjo–Jasinga dan Parung Panjang–Jasinga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan pengembangan transportasi tersebut merupakan bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan mampu menjangkau lebih banyak wilayah.

“Pengembangan transportasi ini merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antarwilayah. Jadi bukan hanya di Puncak, tetapi juga bagaimana wilayah Bogor Barat memiliki dukungan transportasi massal melalui rencana kereta Tenjo-Jasinga,” kata Ajat.

Dua Alternatif Trase Kereta Bogor Barat

Berdasarkan dokumen rencana pengembangan infrastruktur transportasi berbasis rel Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, terdapat dua alternatif trase yang disiapkan untuk melayani kawasan Bogor Barat.

Alternatif pertama adalah Tenjo–Jasinga dengan panjang sekitar 18,6 kilometer dan tiga titik stasiun. Jalur ini dirancang melintasi wilayah Kecamatan Tenjo dan Jasinga, dengan sejumlah titik yang direncanakan berada di kawasan Tenjo, Kampung Singabraja, Pangaur hingga Jasinga.

Sementara alternatif kedua adalah Parung Panjang–Jasinga dengan panjang sekitar 26,5 kilometer dan enam titik stasiun. Jalur ini dirancang melintasi wilayah Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga dan Tenjo.

BACA JUGA  TAMPERAK Desak APH Periksa Kadis Pendidikan Madina, Soroti Dugaan Setoran 10–15 Persen Dana Revitalisasi Sekolah

Rencana jalur tersebut diarahkan untuk melayani pergerakan komuter sekaligus mendukung pengembangan kawasan aglomerasi.

Jalur kereta juga diproyeksikan menjadi pengumpan atau feeder menuju Stasiun Tenjo maupun Stasiun Parung Panjang, sehingga masyarakat Bogor Barat dapat terhubung dengan jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek.

Parung Panjang–Jasinga Jadi Trase yang Lebih Direkomendasikan

Dari hasil kajian awal, trase Parung Panjang–Jasinga lebih direkomendasikan untuk dikembangkan.

Kajian yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor pada 2025 merekomendasikan trase tersebut setelah mempertimbangkan 15 kriteria, meliputi aspek teknis, ekonomi, sosial dan lingkungan.

Dalam kajian teknis, trase Parung Panjang–Jasinga dirancang menggunakan konstruksi at grade atau berada di permukaan tanah dengan jenis rel heavy rail.

Panjang trase berdasarkan kajian teknis mencapai sekitar 27,26 kilometer, dengan enam stasiun baru dan satu stasiun eksisting di Parung Panjang.

Waktu tempuh kereta diproyeksikan sekitar 24 menit. Jalur tersebut juga direncanakan memiliki enam perlintasan sebidang dan 17 jembatan.

Perkuat Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Pengembangan jalur kereta Bogor Barat tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat.

Kawasan yang menjadi sasaran pengembangan memiliki karakter tata guna lahan yang beragam, mulai dari permukiman, pertanian, perkebunan, kawasan industri hingga ruang terbuka hijau.

BACA JUGA  HUT Ke-81 RI, Pemkab Bogor Kobarkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Wilayah Jasinga, Tenjo dan Parung Panjang juga tercatat memiliki pertumbuhan penduduk sekitar 0,91 persen, sehingga kebutuhan terhadap transportasi massal dinilai semakin penting.

Ajat mengatakan peningkatan konektivitas diharapkan dapat membuka akses ekonomi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.

“Prinsipnya, kita ingin transportasi menjadi bagian dari pengembangan wilayah. Ketika konektivitasnya semakin baik, mobilitas masyarakat meningkat, pusat-pusat ekonomi baru tumbuh dan manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih merata,” ujarnya.

Terintegrasi dengan Konsep TOD

Rencana pembangunan jalur kereta juga sejalan dengan pengembangan kawasan Parung Panjang sebagai pusat pelayanan kawasan dan Transit Oriented Development (TOD).

Sementara itu, wilayah Tenjo diarahkan untuk mendukung pengembangan stasiun barang sekaligus memperkuat konektivitas jaringan antarkota dan perkotaan.

Dengan konsep tersebut, jalur kereta Bogor Barat tidak hanya diposisikan sebagai proyek transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengembangan wilayah dan pemerataan ekonomi Kabupaten Bogor.

Masih Membutuhkan Kajian Komprehensif

Meski telah memiliki sejumlah kajian awal, Ajat menegaskan bahwa rencana pembangunan jalur kereta Bogor Barat masih membutuhkan kajian secara menyeluruh.

Pengembangan transportasi harus terintegrasi dengan moda angkutan lainnya, termasuk angkutan umum yang telah beroperasi serta rencana pengembangan transportasi berbasis listrik.

BACA JUGA  Perpustakaan Keliling Hadir di CFD Tegar Beriman, Dorong Minat Baca Warga Bogor

Kajian mencakup sejumlah aspek, antara lain trase, kapasitas angkutan, keselamatan, tata ruang, kebutuhan lahan, dampak lingkungan, integrasi antarmoda hingga kelayakan investasi.

Berdasarkan dokumen Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, pelaksanaan rencana tersebut dibagi ke dalam beberapa tahapan.

Tahap awal meliputi pra-studi kelayakan, penentuan trase indikatif dan konsultasi publik. Selanjutnya dilakukan studi kelayakan komprehensif, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), serta penyusunan desain awal.

Tahap berikutnya mencakup penyusunan Detail Engineering Design (DED), pembebasan lahan dan pencarian skema pendanaan. Setelah seluruh tahapan tersebut terpenuhi, proyek dapat memasuki konstruksi fisik, pengadaan sarana kereta, uji coba hingga operasional penuh.

“Semua harus dikaji secara komprehensif. Arahan Bupati adalah bagaimana kita menyiapkan transportasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan Kabupaten Bogor ke depan,” kata Ajat.

Rencana pembangunan jalur kereta Bogor Barat diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas, memperluas akses masyarakat terhadap transportasi massal, mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, serta membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah barat Kabupaten Bogor.

Reporter: Admin

NUSANTARA NEWS CHANNEL — Aktual dan Terpercaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *