BOJONGGEDE – NUSANTARA NEWS CHANNEL | Kawasan Bojonggede-Kemang (Bomang) terus didorong menjadi kawasan produktif yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Hal tersebut terlihat saat Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau panen semangka Inul di kawasan lahan pangan Bomang. Momentum panen menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan lahan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemkab Bogor sendiri menempatkan pengembangan kawasan Bomang sebagai salah satu bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Bomang Tak Hanya Jadi Lahan Pangan
Rudy Susmanto mendorong agar pengelolaan lahan Bomang dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu komoditas atau satu kali masa panen.
Potensi lahan yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal dengan memilih komoditas yang memiliki nilai ekonomi serta sesuai dengan karakteristik lahan.
Panen semangka Inul menjadi salah satu contoh bahwa kawasan Bomang dapat dikembangkan sebagai lahan pertanian produktif sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dari Lahan Produktif ke Penggerak Ekonomi
Menurut Rudy, keberhasilan pengelolaan kawasan tidak hanya diukur dari hasil produksi pertanian, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, pengembangan Bomang perlu diarahkan agar membentuk ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, kelompok tani, pelaku UMKM, sektor perdagangan hingga rantai distribusi hasil pertanian.
Dengan demikian, hasil panen tidak hanya berhenti sebagai produk pertanian, tetapi dapat memberikan nilai tambah dan memperkuat pendapatan masyarakat.
Perawatan Lahan Terus Diperkuat
Pengembangan kawasan Bomang juga membutuhkan perawatan secara konsisten.
Sebelumnya, Satgas Pengawal Indonesia Emas Han Pangan Korem 061/Suryakancana bersama kelompok tani dan perangkat daerah terkait melakukan berbagai kegiatan perawatan lahan, termasuk pembabatan rumput, pembuatan bedengan, penyiraman, pemberian pupuk organik serta perataan lahan.
Langkah tersebut menjadi bagian penting agar lahan tetap produktif dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan pertanian.
Kolaborasi Jadi Kunci
Optimalisasi kawasan Bomang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, unsur kewilayahan serta perangkat daerah terkait.
Pendampingan kepada petani juga menjadi faktor penting, terutama dalam pemilihan komoditas, teknik budidaya, pengelolaan pascapanen hingga pemasaran.
Pemkab Bogor mendorong agar pengelolaan lahan dilakukan secara terencana sehingga produktivitas dapat terus meningkat dan manfaat ekonominya semakin luas.
Ketahanan Pangan Sekaligus Ekonomi
Panen semangka Inul menjadi gambaran bahwa program ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Jika dikelola secara konsisten, kawasan Bomang berpotensi menjadi salah satu sentra produksi pertanian yang tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitarnya.
Rudy Susmanto pun mendorong agar lahan Bomang terus dikembangkan secara produktif, terintegrasi dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
REPORTER: admin





