CIBINONG | NUSANTARA NEWS CHANNEL — Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menjadikan suara masyarakat sebagai salah satu indikator dalam mengukur keberhasilan program pemerintah.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab Bogor melakukan survei terhadap sejumlah program dan kegiatan untuk mengetahui tingkat kepuasan, pengalaman, kebutuhan, sekaligus masukan masyarakat.
Survei tersebut dilakukan oleh Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kabupaten Bogor. Dua kegiatan yang telah menjadi objek survei antara lain Car Free Day (CFD) Tegar Beriman dan KaBOGORFEST 2026.
Hasilnya menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat yang cukup tinggi.
Pada survei CFD Tegar Beriman yang melibatkan 108 responden, sebanyak 94,4 persen pengunjung menyatakan puas. Sebanyak 96,3 persen responden juga merasakan peningkatan kenyamanan kawasan.
Tak hanya itu, 98,1 persen responden menyatakan bersedia merekomendasikan CFD Tegar Beriman kepada kerabat maupun kolega, sedangkan 77,8 persen menyatakan akan kembali hadir.
Sementara survei terhadap KaBOGORFEST 2026 yang melibatkan 420 responden menunjukkan 92,7 persen masyarakat menyatakan puas hingga sangat puas.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan KaBOGORFEST memperoleh nilai 82,99, dengan aspek pertunjukan dan acara menjadi komponen dengan nilai tertinggi, yakni 84,82.
Bukan Sekadar Mengejar Angka Kepuasan
Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menegaskan bahwa survei tidak semata-mata dilakukan untuk menghasilkan angka tingkat kepuasan.
Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui secara langsung bagaimana masyarakat merasakan dan mengalami sebuah program setelah dilaksanakan.
“Pemerintah tidak cukup hanya melihat apakah sebuah program sudah terlaksana. Kita juga perlu tahu bagaimana masyarakat mengalaminya, apa yang mereka rasakan, dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujar Bambang.
Ia menilai hasil survei dapat menjadi dasar evaluasi yang lebih terukur. Selain tingkat kepuasan, masukan masyarakat menjadi informasi penting untuk menentukan perbaikan program berikutnya.
Warga Soroti Fasilitas hingga Parkir
Dalam pelaksanaan CFD Tegar Beriman, masyarakat memberikan sejumlah masukan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Masukan tersebut antara lain terkait penambahan fasilitas olahraga, tempat duduk, tempat sampah, toilet, hingga penataan kawasan parkir.
Sementara pada KaBOGORFEST 2026, masyarakat memberikan evaluasi mengenai kebersihan, keamanan dan ketertiban, kemudahan akses, keberadaan tenant UMKM, hingga kualitas pertunjukan dan acara.
Bambang menegaskan, berbagai masukan tersebut harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program.
“Masukan masyarakat harus kita baca sebagai bahan untuk berbenah. Yang sudah baik dipertahankan, sementara yang masih kurang menjadi catatan untuk diperbaiki,” katanya.
Data Harus Berujung Perbaikan
Pemkab Bogor menegaskan hasil survei tidak boleh berhenti sebagai laporan atau sekadar angka statistik.
Data yang diperoleh harus diolah menjadi bahan analisis, evaluasi, serta rekomendasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan program.
“Survei bukan sekadar mengumpulkan jawaban, tetapi menjadi salah satu cara pemerintah untuk mendengar, memahami, dan memperbaiki,” tegas Bambang.
Langkah tersebut menunjukkan upaya Pemkab Bogor untuk membangun pola evaluasi program yang lebih berbasis data dan pengalaman masyarakat.
Ke depan, Diskominfo akan terus mendorong pemanfaatan survei sebagai bagian dari evaluasi berbagai program pemerintah.
Dengan demikian, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari apakah kegiatan telah terlaksana, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat dan sejauh mana pemerintah mampu menindaklanjuti kritik serta masukan warga.
NUSANTARA NEWS CHANNEL
Aktual dan Terpercaya





