ASN Pemkab Bogor Manfaatkan WFA Dampingi Anak di Hari Pertama Sekolah, MPLS SDN Sirnagalih 05 Terapkan Konsep Sekolah Ramah Anak

TAMANSARI, NUSANTARA NEWS CHANNEL – Hari pertama masuk sekolah menjadi momen berharga bagi ribuan keluarga di Kabupaten Bogor. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah dimanfaatkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mengantarkan sekaligus mendampingi anak mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor B/257/M.KT.02/2026 tentang fleksibilitas pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN yang mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah.

Melalui kebijakan ini, ASN tetap dapat menjalankan tugas kedinasan secara profesional tanpa mengabaikan peran sebagai orang tua dalam mendukung kesiapan psikologis anak memasuki lingkungan pendidikan yang baru.

Salah seorang ASN Pemkab Bogor, Rahmat Hidayat, memanfaatkan fasilitas WFA untuk mengantarkan putra pertamanya yang mulai menempuh pendidikan di SDN Sirnagalih 05, Kecamatan Tamansari.

“Saya merasa sangat senang dan bangga karena untuk pertama kalinya dapat mengantarkan anak pertama saya memasuki jenjang Sekolah Dasar. Momen ini sangat berkesan dan penuh makna, tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi saya sebagai orang tua,” ujar Rahmat.

Ia mengapresiasi kebijakan Kementerian PANRB yang memberikan fleksibilitas bekerja melalui skema WFA. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak pada masa transisi pendidikan, tanpa mengurangi tanggung jawab sebagai ASN.

BACA JUGA  Pemkab Bogor Percepat Normalisasi Kali Angke I, Upaya Kurangi Risiko Banjir di Kemang

Rahmat juga berharap pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah dapat berlangsung secara edukatif, ramah anak, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk perundungan maupun tindakan yang tidak mendidik.

“Semoga MPLS benar-benar menjadi kegiatan yang membantu anak mengenal lingkungan sekolah, membangun rasa percaya diri, belajar berinteraksi dengan guru dan teman-teman, serta bebas dari tindakan yang tidak mendidik,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN Sirnagalih 05, Johan Sri Wahyudi, mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolah yang dipimpinnya mengusung konsep Sekolah Ramah Anak. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Kami ingin menghadirkan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman sejak hari pertama berada di sekolah,” ujar Johan.

Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, serta fasilitas belajar, peserta didik baru juga dikenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler unggulan, di antaranya pencak silat, marawis, drumband, pramuka, taekwondo, karate, hingga Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).

Menurut Johan, sekolah terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat sejak usia dini. Upaya tersebut telah melahirkan berbagai prestasi di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga nasional, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SDN Sirnagalih 05.

BACA JUGA  Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum dan Tindak Lanjut Rekomendasi KPPU Terkait Proyek RSUD Parung

Penerapan kebijakan WFA bagi ASN yang dipadukan dengan pelaksanaan MPLS berkonsep ramah anak diharapkan mampu menciptakan pengalaman pertama bersekolah yang positif, memperkuat peran keluarga dalam pendidikan, serta menumbuhkan semangat belajar peserta didik sejak hari pertama memasuki dunia sekolah.

(Red/INC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *