JONGGOL, NUSANTARA NEWS CHANNEL – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam mempercepat pembangunan wilayah Bogor Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Pasar Hewan Jonggol, Pasar Ikan Ciseeng, Instalasi Karantina Ikan Laladon, serta pemberian nama Jalan H. M. Surdi Rusuh di Kecamatan Jonggol, Kamis (6/8/2026).
Peresmian sejumlah fasilitas strategis tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta membuka peluang investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembangunan Pasar Hewan Jonggol merupakan bagian dari strategi besar pengembangan kawasan Bogor Timur. Menurutnya, pembangunan wilayah tidak hanya berorientasi pada rencana pembentukan pusat pemerintahan, tetapi juga harus didukung oleh berbagai fasilitas yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Pembangunan kawasan tidak hanya berfokus pada penetapan calon ibu kota Bogor Timur, tetapi juga didukung penyediaan berbagai fasilitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Rudy.
Ia menjelaskan, pengembangan suatu kawasan harus diawali dengan penguatan infrastruktur dasar, khususnya jaringan jalan sebagai urat nadi aktivitas ekonomi. Karena itu, Pemkab Bogor tengah membangun jalan tembus sepanjang sekitar 10 kilometer yang menghubungkan Jalan Transyogi hingga Desa Sukaresmi. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Selain pembangunan jalan, Rudy mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan Bogor Timur juga mendapat dukungan pemerintah pusat melalui proyek strategis Bendungan Cijurey yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Bendungan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air, mendukung sektor pertanian, sekaligus menunjang pengembangan kawasan di masa depan.
Pemkab Bogor juga terus meningkatkan konektivitas melalui pembangunan ruas jalan yang didukung Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Infrastruktur tersebut menghubungkan Kecamatan Citeureup hingga Sukamakmur sehingga diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat maupun distribusi barang dan jasa.
Tak hanya itu, Rudy mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor tengah mempersiapkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tahap pertama seluas sekitar 1.000 hektare di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur. Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat layanan kesehatan bertaraf internasional yang diharapkan mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing ekonomi Kabupaten Bogor.
Pada kesempatan yang sama, Rudy memberikan apresiasi kepada Haji Mulyadi beserta keluarga atas dedikasinya dalam memperjuangkan nama almarhum H. M. Surdi Rusuh sebagai salah satu tokoh yang dinilai berjasa besar dalam pembangunan Kabupaten Bogor.
Menurut Rudy, penamaan Jalan H. M. Surdi Rusuh merupakan bentuk penghormatan pemerintah daerah kepada sosok kepala desa yang berhasil membawa desanya menjadi salah satu desa terbaik di Indonesia serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan wilayah Jonggol.
“Pemberian nama jalan ini merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Kabupaten Bogor kepada sosok pemimpin desa yang berhasil membawa desanya menjadi salah satu desa terbaik di Indonesia serta memiliki kontribusi besar dalam pembangunan wilayah Jonggol,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Rudy menegaskan bahwa percepatan pembangunan Kabupaten Bogor hanya dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas investasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Reporter: Admin





