JAKARTA _ NUSANTARA NEWS CHANEL // Istana Kepresidenan Jakarta menerima kunjungan santri dan pengajar Pondok Pesantren Qurrotu Nafsin dalam program “Istana untuk Anak Sekolah” pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan edukatif tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengenal lebih dekat sejarah bangsa, fungsi Istana Kepresidenan, serta sistem pemerintahan Indonesia secara langsung.
Salah satu santri, Kanza, mengaku sangat bersyukur dapat mengunjungi Istana Kepresidenan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi momen berharga karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk memasuki kawasan istana dan melihat langsung pusat pemerintahan negara.
Presiden Prabowo Lantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan
Jumat, 6 Februari 2026
“Menurut saya ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi hidup saya karena tidak sembarang orang bisa masuk ke sini,” ujar Kanza.
Selama kunjungan, para santri diajak berkeliling ke sejumlah area di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Mereka diperkenalkan dengan sejarah berdirinya Istana Merdeka, fungsi berbagai bangunan pemerintahan, hingga koleksi benda-benda bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.
Santri lainnya, Indana, mengatakan kunjungan tersebut memberikan banyak pelajaran yang tidak diperoleh di ruang kelas. Menurutnya, belajar langsung di lingkungan Istana Kepresidenan menjadi pengalaman yang memperluas wawasan mengenai sejarah, pemerintahan, dan nilai-nilai kebangsaan.
Presiden Prabowo Apresiasi Inovasi di Sektor Pangan dan Energi untuk Perkuat Ketahahan Nasional
Minggu, 17 Mei 2026
KUHAP Baru Berlaku, Jaksa Kini Jadi Kepala Pengendali Penanganan Perkara
Selasa, 6 Januari 2026
“Sejauh perjalanan kami ini, kami mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari Istana Merdeka. Kami mendapatkan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat dari apa yang kami lihat dan pelajari di sini,” ungkapnya.
Selain mendapatkan pengetahuan baru, para peserta juga mengaku terkesan dengan keindahan dan kemegahan kawasan Istana Kepresidenan Jakarta. Zahira Rania dan Syifa mengungkapkan rasa kagumnya sejak pertama kali memasuki gerbang kompleks istana.
“Tadi pas masuk gerbangnya itu sudah bagus banget, keren banget, pemandangannya juga luar biasa. Kami tidak menyangka bisa berada di sini,” ujar keduanya.
Kesan serupa juga disampaikan Rafli. Ia mengaku baru mengetahui bahwa kompleks Istana Kepresidenan tidak hanya terdiri atas Istana Presiden, tetapi juga berbagai bangunan pendukung pemerintahan, termasuk Sekretariat Militer, kantor Wakil Presiden, serta fasilitas lainnya yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan negara.
“Alhamdulillah setelah kami mengelilingi Istana Presiden ternyata banyak sekali bangunan yang berdiri di kawasan ini. Kami juga menjadi mengetahui tugas dan fungsi berbagai lembaga serta bagaimana jajaran kabinet bekerja dalam menjalankan pemerintahan,” tuturnya.
Sementara itu, Ustazah Meilana Sahara, salah satu pengajar Pondok Pesantren Qurrotu Nafsin, mengapresiasi penyelenggaraan program “Istana untuk Anak Sekolah”. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam memberikan edukasi kepada para pelajar, khususnya santri, mengenai sejarah bangsa dan tata kelola pemerintahan secara langsung.
Ia berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia memperoleh kesempatan belajar langsung di lingkungan Istana Kepresidenan.
“Harapan ke depannya semoga program ini terus berjalan karena sangat mengedukasi kami, khususnya para pelajar dan lembaga pendidikan, sehingga dapat melihat lebih dekat bagaimana pemerintahan menjalankan berbagai programnya,” ujarnya.
Program “Istana untuk Anak Sekolah” merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membuka akses pembelajaran kepada generasi muda agar lebih mengenal sejarah nasional, memahami sistem pemerintahan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia sejak usia dini. (BPMI Setpres)





