BEKASI – NUSANTARA NEWS CHANEL | Kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu kegagalan fungsi pengereman (rem blong) melibatkan sebuah truk kontainer di simpang lampu merah depan Kampus Unisma, Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 09.47 WIB.
Berdasarkan informasi di lokasi, truk kontainer diduga kehilangan kendali saat melaju menuju persimpangan dan menghantam sejumlah kendaraan yang sedang berhenti menunggu lampu lalu lintas berubah hijau. Benturan keras mengakibatkan beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah serta memicu kepanikan para pengguna jalan.
Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Cut Mutia sempat mengalami kemacetan panjang. Sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan menutupi sebagian badan jalan sehingga menghambat mobilitas masyarakat.
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi Kota bersama tim medis dan warga sekitar bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap korban serta memindahkan kendaraan yang rusak dari lokasi kejadian. Hingga berita ini diterbitkan, proses pendataan masih berlangsung untuk memastikan jumlah korban luka maupun kondisi terkini para korban.
Sementara itu, pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem pengereman, namun penyidik masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain, termasuk unsur kelalaian maupun kondisi teknis kendaraan.
Selama proses evakuasi dan penyelidikan berlangsung, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan Jalan Cut Mutia serta memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.
“Kami meminta masyarakat untuk bersabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran arus lalu lintas serta proses evakuasi,” ujar salah seorang petugas di lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan, khususnya sistem pengereman pada kendaraan angkutan berat. Pemeriksaan rutin dan kepatuhan terhadap standar keselamatan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan serupa yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.





