BOGOR – NUSANTARA NEWS CHANNEL // Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital yang tidak terbendung, serta meningkatnya berbagai persoalan sosial di kalangan generasi muda, keberadaan seni budaya Islam kini menjadi salah satu benteng penting dalam menjaga moral, akhlak, dan jati diri bangsa. Namun di sisi lain, perhatian terhadap pelestarian seni budaya religius masih dinilai belum sebanding dengan besarnya tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Atas dasar itulah, pelaksanaan Festival Istimewa Seni Budaya Islam dan Tausiyah Pendek Kabupaten Bogor yang berlangsung di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Sabtu (6/6/2026), menjadi momentum penting yang tidak hanya menghadirkan hiburan bernilai edukatif, tetapi juga menjadi seruan moral kepada seluruh pemangku kebijakan agar lebih serius memperhatikan pembinaan seni budaya Islam sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh LASQI Kabupaten Bogor tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat religius. Festival menghadirkan berbagai penampilan seni budaya Islam seperti hadroh, marawis, qasidah, shalawat, serta lomba tausiyah pendek yang diikuti oleh peserta terbaik hasil seleksi dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Hadir mewakili Bupati Bogor, Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bogor, Tenny Ramdhani, S.STP., M.A., bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, insan media, serta berbagai elemen masyarakat yang memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya Islam di Kabupaten Bogor.
Kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah positif. Namun banyak pihak berharap dukungan itu tidak berhenti pada kehadiran seremonial semata, melainkan diwujudkan dalam program pembinaan yang berkelanjutan, dukungan anggaran yang memadai, penyediaan sarana dan prasarana, serta pemberdayaan komunitas seni budaya Islam hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Saat ini masyarakat menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Fenomena kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, perjudian daring, kekerasan, hingga kecanduan media sosial menjadi persoalan nyata yang membutuhkan solusi bersama. Dalam kondisi tersebut, seni budaya Islam sesungguhnya memiliki peran strategis sebagai media pendidikan karakter yang efektif, dekat dengan masyarakat, dan mampu menjangkau seluruh lapisan usia.
Melalui syair qasidah, lantunan shalawat, seni hadroh, marawis, maupun dakwah yang santun dan menyejukkan, nilai-nilai keagamaan dapat ditanamkan secara lebih mudah dan menyentuh hati masyarakat. Oleh karena itu, seni budaya Islam tidak seharusnya dipandang sebagai kegiatan hiburan biasa, melainkan bagian dari investasi sosial dan investasi moral bagi masa depan bangsa.
Salah satu agenda utama festival adalah lomba tausiyah pendek yang menghadirkan para dai muda berbakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor. Mereka membawakan materi dakwah yang relevan dengan persoalan kekinian, mulai dari pentingnya menjaga akhlak, menghormati orang tua, bahaya narkoba, etika bermedia sosial, hingga menjaga persatuan dan kerukunan umat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Bogor masih memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dan pelopor kebaikan apabila diberikan ruang, pembinaan, dan dukungan yang memadai.
Ketua LASQI Kabupaten Bogor, Hj. Ajeng Umaroh, menjelaskan bahwa festival tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada para marbot masjid dan mushola yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kehidupan keagamaan masyarakat namun sering luput dari perhatian.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik semata. Jalan, gedung, dan infrastruktur memang penting, tetapi pembangunan manusia yang berakhlak mulia jauh lebih menentukan masa depan daerah dan bangsa.
“Kami berharap seni budaya Islam dapat terus hidup dan berkembang. Kegiatan seperti ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta upaya menjaga warisan budaya Islam yang menjadi bagian dari identitas bangsa,” ujarnya.
Berbagai elemen masyarakat yang hadir juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap pelaku seni budaya Islam. Banyak kelompok hadroh, marawis, qasidah, majelis shalawat, serta komunitas dakwah yang masih berjuang secara mandiri dengan keterbatasan fasilitas dan dukungan pendanaan.
Padahal, jika dikelola dengan baik, seni budaya Islam dapat menjadi kekuatan sosial yang mampu membantu pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, serta memiliki ketahanan moral menghadapi tantangan zaman.
Festival ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kabupaten Bogor masih memiliki kecintaan yang kuat terhadap nilai-nilai keislaman dan budaya religius. Antusiasme peserta dan pengunjung menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang positif yang dapat mempererat persaudaraan, meningkatkan kreativitas, sekaligus memperkuat keimanan.
Karena itu, sudah saatnya seni budaya Islam ditempatkan sebagai salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia. Dukungan nyata dari pemerintah sangat diperlukan agar kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan budaya yang berkelanjutan hingga ke pelosok desa.
Sebab keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya bangunan dan tingginya investasi, tetapi juga dari kuatnya akhlak masyarakat, terjaganya budaya luhur, serta lahirnya generasi muda yang religius, berkarakter, dan cinta terhadap warisan budaya bangsanya.
Festival Istimewa Seni Budaya Islam dan Tausiyah Pendek Kabupaten Bogor menjadi pesan kuat bahwa pembangunan moral dan budaya harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik. Dari panggung-panggung dakwah dan seni budaya Islam inilah harapan untuk masa depan generasi bangsa yang lebih baik terus ditanamkan dan diperjuangkan.





