Kapolres Mandailing Natal Didesak Bongkar Sindikat PETI Kotanopan yang Viral di Media Sosial

PANYABUNGAN – NUSANTARA NEWS CHANNEL // Viralnya video aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Video yang beredar luas di media sosial itu dinilai menunjukkan dugaan praktik penambangan ilegal secara terang-terangan dan dianggap sebagai bentuk tantangan terhadap penegakan hukum.

Ketua PC IPA Kabupaten Madina, Hanafi Lubis, menyatakan bahwa beredarnya video tersebut dapat menjadi salah satu bahan awal bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pendalaman lebih lanjut sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Menurut Hanafi, berdasarkan informasi dan hasil investigasi internal organisasi yang dipimpinnya, terdapat dugaan bahwa operator alat berat jenis ekskavator yang terlihat dalam siaran langsung (live) media sosial memiliki hubungan keluarga dengan seorang pengusaha yang disebut-sebut bergerak dalam aktivitas tambang ilegal di wilayah Kotanopan. Namun demikian, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.

Ia menilai, apabila benar terjadi, aktivitas penggunaan alat berat dalam penambangan tanpa izin berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta melanggar berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BACA JUGA  Sekda Ajat Turun Langsung Pantau Pelayanan Publik, Pemkab Bogor Pastikan Layanan Cepat dan Responsif

PC IPA juga meminta kepolisian tidak hanya berhenti pada dugaan pelaku yang tampil dalam video, tetapi turut mengusut kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang diduga menjadi aktor intelektual di balik praktik PETI di kawasan tersebut.

“Kasus yang viral ini menjadi momentum penting bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan komitmen dalam memberantas pertambangan ilegal. Masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih,” kata Hanafi.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat akan terus mengawal perkembangan penanganan perkara tersebut sebagai bentuk partisipasi publik dalam pengawasan penegakan hukum.

Menurut Hanafi, keberhasilan pengungkapan kasus ini juga akan menjadi salah satu tolok ukur implementasi komitmen Polri dalam memberantas aktivitas pertambangan ilegal yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.

Ia mengingatkan bahwa apabila praktik PETI terus berlangsung tanpa penindakan yang tegas, hal itu berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang semakin luas serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

“Profesionalisme dan kredibilitas aparat penegak hukum sedang menjadi sorotan masyarakat. Kami berharap proses hukum berjalan secara adil, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah,” tegasnya.

BACA JUGA  Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU, Percepatan Infrastruktur Jadi Fokus

Hanafi juga menyampaikan bahwa apabila tidak terdapat perkembangan penanganan perkara dalam waktu dekat, pihaknya bersama sejumlah organisasi kemahasiswaan berencana menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa di Mapolres Mandailing Natal sebagai bentuk kontrol sosial terhadap proses penegakan hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Mandailing Natal terkait video viral tersebut maupun perkembangan penyelidikan atas dugaan aktivitas PETI yang menjadi perhatian publik. Indonesian News Chanel tetap berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *