JOMBANG | NUSANTARA NEWS CHANNEL — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki tahapan penting setelah pembahasan Tata Tertib (Tatib) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021–2026 rampung.
Dua agenda tersebut diselesaikan melalui sidang pleno yang berlangsung pada Jumat (28/8/2026). LPJ PBNU kemudian dinyatakan diterima oleh forum Muktamar setelah peserta dari berbagai wilayah menyampaikan pandangan umum serta catatan dan saran konstruktif.
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, menyampaikan bahwa rangkaian sidang pleno berjalan kondusif dan memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan terhadap agenda organisasi.
Setelah agenda pleno dinyatakan rampung, Muktamar ke-35 NU berlanjut ke tahap pembahasan yang lebih substantif melalui enam komisi utama.
Enam Komisi Bahas Arah Strategis NU
Enam komisi yang menjadi arena pembahasan para muktamirin terdiri atas:
- Komisi A: Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyyah.
- Komisi B: Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu’iyyah.
- Komisi C: Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qonuniyyah.
- Komisi D: Komisi Organisasi.
- Komisi E: Komisi Program.
- Komisi F: Komisi Rekomendasi.
Pembagian tersebut menandai pergeseran tahapan Muktamar dari pembahasan administratif menuju perumusan substansi, program, rekomendasi, serta arah organisasi NU ke depan.
LPJ PBNU Diterima Forum
Dalam Sidang Pleno II, LPJ PBNU masa khidmah 2021–2026 disampaikan setelah pengantar dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan pemaparan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Perwakilan PWNU dari berbagai daerah kemudian diberikan kesempatan menyampaikan pandangan umum. Dari perwakilan yang menyampaikan pandangan tersebut, seluruhnya menerima LPJ dengan sejumlah catatan dan masukan konstruktif.
Dengan selesainya agenda tersebut, perhatian Muktamar kini beralih kepada pembahasan di enam komisi. Hasil pembahasan komisi nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan keputusan dan rekomendasi Muktamar ke-35 NU.
Menentukan Arah NU ke Depan
Tahapan sidang komisi menjadi salah satu bagian strategis dalam Muktamar karena ruang pembahasannya tidak hanya berkaitan dengan persoalan internal organisasi, tetapi juga menyentuh persoalan keagamaan, program kerja, organisasi, serta rekomendasi yang akan menjadi pandangan NU terhadap berbagai persoalan bangsa.
Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Tambakberas Jombang menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan NU pada periode mendatang.
Dengan pleno Tatib dan LPJ yang telah diselesaikan, dinamika Muktamar kini memasuki babak baru: perumusan keputusan strategis melalui enam komisi yang akan menentukan arah NU ke depan.
NUSANTARA NEWS CHANNEL
Aktual dan Terpercaya





