JAKARTA – NUSANTARA NEWS CHANNEL — Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan membahas sejumlah agenda strategis kebangsaan, mulai dari persiapan Sidang Tahunan MPR Tahun 2026, peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun MPR, hingga penyempurnaan konsep Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi kebangsaan sekaligus konsultasi antarlembaga negara guna membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan arah pembangunan nasional.
“Baru saja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Diskusi berlangsung intens, santai, namun sangat substantif. Pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi kebangsaan sekaligus konsultasi di antara para pemimpin lembaga negara,” ujar Ahmad Muzani kepada awak media usai pertemuan.
Dalam kesempatan itu, pimpinan MPR RI secara resmi mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2026. Pada sidang tersebut, Presiden akan menyampaikan laporan tahunan mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan kinerja lembaga-lembaga negara di hadapan Sidang MPR.
“Kami mengundang Presiden Republik Indonesia selaku Kepala Negara untuk menyampaikan laporan tahunan atas kinerja lembaga-lembaga negara di hadapan Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat,” kata Muzani.
Selain Sidang Tahunan MPR, Presiden juga diundang menghadiri peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun MPR yang akan dipusatkan pada 29 Agustus 2026. Menurut Ahmad Muzani, kedua momentum tersebut akan diperingati secara bersamaan sebagai upaya memperkuat nilai-nilai konstitusi dan semangat kebangsaan.
“Kami juga mengundang Presiden pada peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun MPR yang rencananya akan diselenggarakan secara bersamaan pada 29 Agustus 2026,” ujarnya.
Pada pertemuan tersebut, pimpinan MPR RI turut menyerahkan konsep Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) kepada Presiden Prabowo untuk didiskusikan lebih lanjut. Ahmad Muzani menjelaskan, konsep yang sebelumnya masih berupa draf kini telah memasuki tahap pembahasan bersama guna menyempurnakan substansi sebagai pedoman pembangunan nasional.
“Dalam kesempatan ini kami menyerahkan konsep tersebut kepada Presiden Republik Indonesia dan mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan Pokok-Pokok Haluan Negara,” jelasnya.
Menurut Ahmad Muzani, Presiden Prabowo memberikan dukungan terhadap penyusunan PPHN sebagai pedoman pembangunan nasional yang dapat menjadi acuan lintas pemerintahan. Presiden juga menegaskan bahwa mekanisme penetapan PPHN sepenuhnya menjadi kewenangan MPR RI sesuai amanat konstitusi.
“Presiden pada prinsipnya menyerahkan kepada MPR untuk menjadikan Pokok-Pokok Haluan Negara sebagai pedoman pembangunan yang berkesinambungan, tidak hanya untuk satu periode pemerintahan, tetapi menjadi arah pembangunan nasional lintas generasi,” tuturnya.
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan MPR RI tersebut menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antarlembaga negara. Selain mempersiapkan agenda-agenda kenegaraan, pembahasan mengenai PPHN diharapkan mampu menjadi fondasi strategis dalam menjaga kesinambungan pembangunan nasional sehingga arah kebijakan negara tetap konsisten dan berkelanjutan di setiap periode pemerintahan.
Reporter: Admin





