Bupati Bogor Rudy Susmanto Rangkul Pedagang, Hadirkan Ruang Usaha yang Tertib, Bersih, dan Nyaman

CIBINONG – NUSANTARA NEWS CHANNEL – Bupati Bogor Rudy Susmanto memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menata kawasan Alun-alun Tegar Beriman sebagai ruang publik yang tertib, bersih, nyaman, sekaligus menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL), Senin malam (13/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Rudy didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM. Ia mengapresiasi peran para pedagang yang selama ini turut menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang telah memberikan warna bagi Kabupaten Bogor. Kita ingin Bogor maju dan bersih, namun masyarakat juga harus tetap memiliki ruang untuk mencari rezeki,” ujar Rudy Susmanto.

Rudy menegaskan, Pemkab Bogor memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjalankan usaha di kawasan Alun-alun Tegar Beriman dengan syarat tetap mematuhi aturan, menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan bersama.

Sebagai langkah awal penataan, seluruh PKL akan didata oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dinas Koperasi dan UMKM. Pendataan meliputi identitas pedagang, nomor telepon, hingga jenis usaha sebagai dasar pembinaan sekaligus penyaluran berbagai program pemerintah di masa mendatang.

BACA JUGA  ASN Pemkab Bogor Manfaatkan WFA Dampingi Anak di Hari Pertama Sekolah, MPLS SDN Sirnagalih 05 Terapkan Konsep Sekolah Ramah Anak

Selain itu, Pemkab Bogor menetapkan jam operasional PKL di kawasan Alun-alun Tegar Beriman mulai pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, kecuali apabila terdapat kegiatan tertentu yang akan diinformasikan sebelumnya.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Setiap pedagang diwajibkan membawa peralatan kebersihan dan kantong sampah sendiri agar area berdagang tetap bersih setelah aktivitas selesai.

“Datang bersih, berdagang, pulang juga harus bersih. Jangan hanya mencari rezeki, tetapi lupa menjaga tempat kita mencari rezeki,” tegasnya.

Untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan para pedagang, Rudy mendorong pembentukan paguyuban PKL. Menurutnya, keberadaan paguyuban akan mempermudah koordinasi dalam menjaga ketertiban, kebersihan, serta mendukung berbagai program pembinaan.

Ia juga mengajak para pedagang mengenakan ornamen budaya Sunda, seperti pangsi atau udeng, sebagai identitas budaya Kabupaten Bogor, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di sisi lain, Pemkab Bogor tengah menyiapkan lokasi alternatif yang lebih representatif bagi PKL, salah satunya di kawasan sekitar Stadion Pakansari. Sementara itu, pengelolaan parkir akan dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan dan masyarakat sekitar agar berjalan tertib serta sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai niat baik pemerintah menjadi persoalan karena adanya pungutan yang tidak sesuai. Kita ingin masyarakat sekitar ikut terlibat, namun semuanya harus dikelola secara baik dan transparan,” kata Rudy.

Rudy berharap Alun-alun Tegar Beriman menjadi ruang publik yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus pusat aktivitas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang.

“Mari kita jaga Bogor bersama-sama. Jika Bogor bersih, indah, dan nyaman, bukan hanya warga Bogor yang datang, tetapi juga masyarakat dari luar daerah. Hal ini akan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi para pedagang,” pungkasnya.

Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan Kabupaten Bogor sebagai rumah bersama.

BACA JUGA  Kapolres Mandailing Natal Didesak Bongkar Sindikat PETI Kotanopan yang Viral di Media Sosial

(Redaksi NUSANTARA NEWS CHANNEL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *